May 23, 2015

#NTMS (1) : Toner, Mineral Oil, & Stress

Halo :D
Jumpa lagi~

Ehm. Jadii... mulai sekarang kalo posting tentang beauty talk kudu ada #NTMS-nya alias note to myself hahaha. Hanya karena aku posting-posting tentang "beauty" di personal blogku, bukan berarti aku beauty expert lho :|


Toner
Sebelumnya, aku selalu skip toning (menggunakan toner, penyegar, balancer, dll) dalam rangkaian perawatan kulitku. Aku pikir cuci muka - pelembab sudah cukup. Tetapi setelah aku coba toning, sebelum menggunakan pelembab, emang kerasa bedanya :|
  • Lembabnya kulit lebih tahan lama.
  • Produk skin care seperti serum dan pelembab jadi lebih mudah diratakan.
  • Entah perasaanku aja atau gimana... :| wajah jadi ngga cepat berminyak dibanding ngga menggunakan toner.
Penggunaan toner pada dasarnya adalah untuk mengembalikan dan menyeimbangkan pH setelah cuci muka.
pH normal wajah : sekitar 4.0 - 6.0 (masing-masing orang berbeda).
pH kulit setelah cuci muka : sekitar 6.5 - 8.0

Kenapa mesti memperhatikan pH kulit?
Hal ini berkaitan dengan skin barrier. Skin barrier atau acid mantle adalah lapisan asam tipis yang terbuat secara alami dari campuran keringat dan sebum (minyak kulit) yang melindungi kulit dari bakteri, menjaga kelembaban, dan mencegah dehidrasi pada kulit.

Buat yang kulitnya berminyak... baiknya pake produk-produk oil controlling, yang dapat mengontrol produksi minyak (karena sebum juga dibutuhkan kulit kita) ^^

Mineral oil tidak menyumbat pori [1][2][3][4]
Dari dulu aku sering diwanti-wanti untuk menghindari mineral oil dan emang beberapa produk yang mengandung mineral oil memicu jerawat dan komedo di kulitku (dan sebagian orang yang kulitnya acne prone). Setelah baca beberapa artikel dan jurnal, dijelaskan bahwa mineral oil (cosmetic grade) tidak menyumbat pori.

Mineral oil (cosmetic grade) sampai sekarang masih sering digunakan, karena selain aman, juga merupakan agen pelembab yang baik. Beberapa keunggulan lain dari mineral oil adalah tidak reaktif, tidak berbau, tidak berasa, tidak berwarna, dan murah. Mineral oil dapat ditemukan di kosmetik seperti pelembab, make up, serum, dan lainnya. Yang paling familiar adalah baby oil.

Katanya mineral oil ngga aman buat kulit?
Terdapat beberapa tingkatan dari ingredient dalam produk-produk yang beredar di pasaran, yaitu cosmetic grade, pharmaceutical grade, food grade, industrial grade, dst. Masing-masing grade tersebut menunjukkan tingkat kemurnian, serta kesesuaian ingredient untuk digunakan menurut jenis dan fungsinya (mis. zat pewarna tekstil jelas ngga aman jika digunakan sebagai pewarna makanan).

Mineral oil yang cosmetic grade adalah yang paling aman, tidak menyumbat pori, dan tidak mengiritasi, karena sudah dimurnikan sehingga bebas kontaminan. Sedangkan mineral oil tingkat rendah (lower grade) dapat menyumbat pori, oleh karena itu tidak sesuai jika digunakan di kulit (terutama kulit wajah).

Cara kerja mineral oil adalah mengurangi kontak udara dengan kulit, serta mengurangi dampak udara tersebut pada kulit ---begitulah seharusnya antioksidan yang baik. Mineral oil tidak menyumbat pori, karena tetap berada di atas permukaan kulit (melindungi kulit dari kekeringan).

Trus kalo ngga nyumbat pori, kenapa mineral oil memicu jerawat di sebagian orang?
Selain gimana produk tersebut diformulasikan (bisa jadi ada ingredient lain yang comedogenic dalam produk tsb), balik lagi ke prinsip tiap orang memiliki kondisi kulit yang unik dan masing-masing punya kerentanan/toleransi terhadap zat tertentu, wallahu a'lam. Selain itu, sebisa mungkin, gunakan produk dari perusahaan yang memiliki reputasi bagus, kalau tidak, dikhawatirkan menggunakan lower grade mineral oil.

Setelah browsing-browsing, ternyata banyak lho orang dengan tipe kulit oily dan break out/acne prone yang mengeluarkan statement bahwa mineral oil aman-aman aja di kulit mereka (tidak menyumbat pori, tidak memicu jerawat maupun break out). Problemnya paling kulit terasa lebih greasy/minyakan (ngga nyaman)... perihal jadi jerawatan atau ngga, tergantung kulit masing-masing :D

Stres berpengaruh pada kulit
Banyak yang bertanya-tanya. "emang iya stres ngaruh ke kulit?".
Stres itu ngaruh ke tubuh secara keseluruhan, oleh karena itu perhatikan coping stress kita dan pinter-pinter rileksasi dalam situasi yang stressful (ngomong depan kaca~ hahahaha). Singkatnya gini...

Hubungan antara stres, depresi, kecemasan, dengan kulit, rambut, dan kuku udah sering banget dibahas dan diangkat dalam penelitian. Saat kita dalam kondisi stressful atau tegang, tubuh melepaskan hormon stress termasuk cortisol yang meningkatkan produksi sebum (minyak di kulit) sehingga kita semakin rentan terhadap jerawat. Kalo orang yang jerawatan mengalami stres, maka yang akan terjadi adalah lesi jerawat semakin meradang dan makin lama sembuhnya.

Sebagai respon dari tanda-tanda stres, kulit "memborbardir" dirinya dengan inflamasi. Ngomong-ngomong, inflamasi/radang di kulit merupakan mekanisme tubuh untuk mencegah agen pengiritasi masuk. Dengan demikian, saat kita mengalami jerawat di masa-masa stressful, yang perlu dipahami kemungkinan besar kulit bermasalah karena inflamasi, bukan karena bakterinya (pada dasarnya, bakteri jerawat tidak selalu mengiritasi kulit).

Jadi, saat mengalami jerawat karena stres, baiknya mengurangi pemakaian produk yang fungsinya untuk membunuh bakteri, karena dapat meningkatkan iritasi dan menambah inflamasi (biasanya produk-produk tersebut membuat kulit makin kering, malah mengganggu skin barrier).

***

Semoga bermanfaat
Thans for reading ♥ Have a nice day

May 17, 2015

Vitamin Rambut, Serum, Himalaya Scrub-Mask, & Herborist Haul (April-Mei 2015)

Awalnya mo bikin postingan produk-produk pilihan/favorit/apalah itu istilahnya untuk bulan April, tapi karena kelewat, jadi disatuin aja hahahahahah *blogger macam apa...

***
Vitamin Rambut
Sekitar 2-3 bulanan yang lalu, rambutku rusak lagi (kering dan gampang patah), berkat shampoo anti ketombe. Aku pikir ngga masalah kalo ganti shampoo bentar doang, hadeuh ternyata kalo ga cocok ya ga cocok aja... T.T Akhirnya balik ke TRESemme, pake Deep Repair Shampoo dan Keratin Smooth Conditioner. Alhamdulillah mendingan. Untuk vitamin rambut, aku ganti pake Lucido L untuk rambut rusak.


Bedanya?
Lucido L untuk rambut kering (kuning) kayaknya ngga gitu ngefek di rambutku yang patah-patah. Sedangkan Lucido L untuk rambut rusak (oranye) lumayan ampuh menjinakkan rambutku yang udah kayak rambut mati -__- Tapi, Lucido L oranye ini ngga baik kalo dipake kebanyakan, karena bikin rambut keliatan kempes, lepek, ga bervolume.

Oiya, sekarang kan cuacanya udah mulai gerah ya, jadi kulit kepala gampang keringetan, ketombean, dll. Aku coba keramas pake air hangat (hangat lho, bukan panas) hasilnya lebih bersih dibanding pake air dingin. Jadi, membasuh kepala dengan air hangat dapat mengatasi kelebihan minyak di kulit kepala. Nah, kelar keramas baru deh bilasan terakhirnya pake air dingin biasa :D

***

Serum
Aku beberapa kali ditanyain, sekarang lagi pake apa... Regimen perawatan kulitku sebenernya itu-itu aja kok :| Yang sering aku ganti paling produk scrub dan masker. Kalo buat krim pagi-siang dan serum biasanya tunggu sekian bulan, liat hasilnya baru kemudian aku putuskan lanjut atau ngga.

Meskipun elastisitas kulitku membaik setelah menggunakan Hada Labo Alpha Gokujyun berbulan-bulan, tapi mukaku keliatan kusam. Akhirnya aku putuskan pake serum lagi. Sejak Maret 2015, aku menggunakan Serum Melanox Premium formula baru. Yang menarik, produk ini mengandung kojic acid, retinol, antioksidan, dan melanox c bright whitening.


Hasilnya? So far, so good ;) Review lengkap insya Allah di penghujung tahun atau awal tahun depan ya, pengen liat hasilnya semaksimal apa :D Kalo krim pagi-siang sih alhamdulillah masih pake Gizi Super Cream :))

***

Himalaya Scrub & Mask


Hal yang aku suka dari Himalaya adalah kualitasnya oke, relatif aman buat kulit acne prone, dan harganya terjangkau. Masker dan scrub ukuran 50 ml sekitar Rp 15.000 dan 100 ml sekitar Rp 23.000. Insya Allah, ntar aku review perbandingan antara Mud - Neem Mask, Neem - Whitening Face Scrub :D

***

Herborist
Inilah hasil laper mata pas jalan-jalan -___-


Yang aku tau sebelumnya cuma lulur bali Herborist (sering liat di supermarket). Ternyata Herborist punya banyak varian produk lain, seperti minyak zaitun, body lotion, body butter, body mist, massage oil, dst. 

Wangi body mistnya menurutku pas, lembut, dan ngga bikin eneg/pusing. Body butternya enak dipake buat tangan, siku, dan kaki, bikin kulit jadi haluuus banget (efek sementara tapi yah, baru coba soalnya, ntar deh diliat kalo rutin dipake hasilnya gimana hehehe). Oiya, semerbak wangi body butternya ngalahin body mist :))) tapi wanginya segeer. Memanjakan hidung bangetlah wanginya produk-produk Herborist ini :)) 

***

Thanks for reading ♥ Have a nice day :D

Apr 27, 2015

Garnier Lightening Peel Off Mask & Zoya Seaweed-Aloe Vera Peel Off Mask

Peel off mask digemari karena menawarkan banyak fungsi dalam satu produk. Kedengerannya emang too good to be true ya, karena itulah aku jadi penasaran haha :D Tapii di samping kelebihan-kelebihannya, dalam review ini juga insya Allah aku sampaikan kekurangan dari produk peel off mask yang aku gunakan.

Review kali ini membahas masker peel off yang harganya relatif terjangkau dari Garnier dan Zoya. Garnier Lightening Peel Off Mask lebih duluan populer, karena Zoya memang pemain baru di dunia kosmetik Indonesia hehe.


Dari hasil googling sana-sini, (katanya~) masker peel off umumnya memiliki kemampuan untuk menghidrasi kulit yang lebih baik dibanding masker biasa. Hal ini ditandai dengan kulit yang terasa lebih smooth dan lembab setelah maskeran.

Yang menarik, selain melembabkan, masker peel off juga dapat mengangkat sel kulit mati, mencerahkan, dan memperbaiki tekstur kulit jika dilakukan secara rutin. Karena itulah, (berbeda dengan masker lainnya) sebelum menggunakan peel off mask sebaiknya ngga scrubbing ^^; cukup bersihkan wajah saja sebelum maskeran.

Berikut deskripsi produk dari Garnier Lightening dan Zoya Seaweed Aloe Vera peel off mask ^^



Zoya peel off mask terdiri dari dua varian, Seaweed - Aloe Vera untuk kulit normal dan berminyak, sedangkan Apricot - Milk untuk kulit normal dan kering.

Klik untuk memperbesar gambar ^^

Perhatian
Hentikan jika terjadi reaksi ngga wajar seperti alergi dan iritasi! ^^



Yang bikin kaget adalah ketika foto selesai maskeran, aku perhatikan bagian kulit yang dimaskerin pake Zoya Peel Off Mask lebih smooth dan cerah dibanding Garnier Lightening Peel Off Mask. Kalo dizoom, area hidung yang dimaskerin pake Garnier masih meninggalkan beberapa bintik-bintik putih komedo yang ngga terangkat. Huwow :O


Kesimpulan


Secara keseluruhan, di kulitku, lebih ngefek Zoya :D lembabnya dapet, cerahnya dapet (terlihat lebih fresh). Setelah membasuh wajah pun smoothnya masih awet.

Eniwei, meski Zoya Peel Off Mask lebih ngefek dibanding Garnier Lightening Peel Off Mask, masker peel off dari Zoya terasa lebih "berat" dibanding masker Garnier.

Di kulitku, peel off mask amannya digunakan sekali dalam seminggu saja :| ... hmmmm dan kayaknya aku lebih cocok dengan step "scrub trus maskeran" seperti biasa, ketimbang masker all-in-one seperti ini.

Semoga bermanfaat
Thanks for reading ♥ Have a nice day