14 Apr 2014

Basic : Cara Penggunaan Produk Perawatan Wajah

Hai semuanya
Semoga semua selalu bahagia ya :3
amin amin amin

Postingan ini adalah lanjutan dari pengetahuan dasar tentang produk perawatan wajah. Sebelumnya udah pernah aku bahas kalo cara penggunaan produk yang ngga tepat bisa memicu reactive skin dan break out. Dengan kata lain, cara penggunaan produk (facial foam, serum/essence, pelembab, masker) dan petunjuk pemakaian adalah hal-hal penting yang kadang disepelekan.

I love Elsa The Snow Queen (Frozen) :'3
***

Facial Foam *udah pernah dibahas di double cleansing
Pernah ngga ngalamin kulit jadi kering kerontang atau malah break out hanya karena sabun pembersih wajah? Padahal ingredient sabunnya cukup bersahabat dengan tipe dan kondisi kulit kita. Bisa jadi, penyebabnya adalah cara penggunaan yang ngga tepat.

Sabun pembersih itu idealnya difoaming dulu sebelum diratakan di kulit wajah. Foaming adalah teknik membersihkan wajah yang paling gentle dan efektif, karena foam yang padat dan lembut dapat menjangkau debu/kotoran/sebum di pori-pori :D

Pada kondisi kulit tertentu (terutama kulit yang sangat kering, acne prone, dan sensitive), bisa jadi too harsh kalo sabun yang digosok gitu aja di tangan, langsung ditemplokin ke kulit wajah. Walau sama-sama pake kedua telapak tangan, tapi ngolesin pelembab/serum/essence dan sabun itu beda efeknya ke kulit :D *baca dimana yah lupa, maap hahaha. 

***

Urutan pemakaian
Ada kalanya kita perlu menggunakan skin care berlayer-layer, oleh karena itu urutan pemakaian menjadi sangat penting agar ingredient aktif dapat bekerja maksimal. Gunakan produk dimulai dari yang teksturnya paling cair/encer (lighweight texture) ke yang paling pekat (thick).

Lotion/Toner -> Serum/essence -> Krim Mata -> Pelembab

Jangka waktu pemakaian serum/essence dan pelembab adalah sekitar 3-5 menit. Kalo jarak waktu pemakaiannya terlalu dekat, efektivitas serum/essencenya akan menurun.

Serum/Essence
Sekitar sebulanan yang lalu, kebetulan aku dan sepupuku menggunakan brightening essence dari brand yang sama. Trus dia sharing, produknya bagus sih, tapi kok kulit muka jadi berminyak banget. Aku langsung nebak aja, mungkin karena makenya kebanyakan ...dan ternyata beneerr :))) aku tau, karena sebelumnya aku juga napsu gitu ngolesinnya banyak-banyak dan kulit malah jadi ladang minyak *kebelet kinclong hahaha.

Ngolesin produk banyak-banyak itu useless, sodara-sodara. Jaman sekarang banyak produk skin care yang ingredientnya rich sekali. Jadi, mesti bijak pakenya *ngomong sama kaca.

♥ Tips untuk serum/essence dengan botol pump (tekstur seperti lotion) ♥
  1. Keluarkan serum secukupnya, hangatkan di jari-jari, oleskan di kulit wajah, atau area tertentu yang memerlukan perlakuan intensif. 
  2. Ratakan dan pijat lembut dengan gerakan memutar (circular motion), kemudian hangatkan wajah dengan menggunakan kedua telapak tangan untuk memastikan serum terserap dengan baik di kulit.
[link]
♥ Tips untuk serum/essence dengan botol pipet (tekstur sangat encer/seperti air) ♥
  1. Oleskan serum/essence di kulit dengan pipet/dropper, supaya ngga kebanyakan makenya (over-applying).
  2. Ratakan, kemudian tepuk pelan untuk memastikan serum/essence terserap dengan baik di kulit.
  3. Hangatkan kulit wajah dengan kedua telapak tangan.
Saat menggunakan serum, sebaiknya kulit dalam kondisi lembab dan hangat
Biasanya sih, serum digunakan di malam hari sebelum tidur. 
Tapi, ada juga yang anjuran pemakaiannya pagi dan malam :D

Krim mata
Oleskan dengan menggunakan jari manis, soalnya itu yang tekanannya paling pas buat mengapply krim mata. 

[link]
Pelembab
Ini capture-an dari video Hada  Labo *ngga bisa attach video youtube :(, idealnya cara menggunakan toner/lotion dan pelembab adalah seperti ini.

[link]
Kalo tekstur pelembab yang kita gunakan adalah balm, krim, atau emulsi yang agak pekat, dihangatkan dulu di jari-jari tangan (untuk menyesuaikan dengan suhu tubuh, mempermudah penyerapan). Kemudian pakenya bisa dioles mengikuti tekstur kulit, atau ditepuk-tepuk lembut (tepuk ya, bukan tampar).

♥ Tips menggunakan pelembab 
  1. Gunakan pelembab saat kulit masih fresh setelah cuci muka (kulit masih lembab, rada basah). Dengan begitu, pelembab akan membentuk layer dan "mengunci" air (supaya air di kulit ngga gampang menguap). Kulit pun jadi lebih mudah menangkap kelembabannya. Btw, kalo sebelumnya udah pake serum/essence, mukanya ngga perlu dibasahin lagi kalo mau pake pelembab :3
  2. Pake pelembab seperlunya, ngga usah banyak-banyak.
  3. Setelah menggunakan pelembab, pastikan pelembab merata dengan menempelkan kedua telapak tangan di area wajah (kedua pipi, hidung, dahi, rahang) dan leher.
***

Masker 
Masker wajah umumnya efektif digunakan selama 15-20 menit saja. Bentar banget emang, tapi maskeran itu ngefek kok asal rutin. Untuk tesktur masker yang sangat encer sebaiknya pake kuas masker :D biar gampang ngolesinnya.

Cold never bothered me anyway~ 
♥ Tips menggunakan masker wajah ♥
  1. Bagi area wajah menjadi 3 bagian: kanan, kiri, dan tengah.
  2. Oleskan masker dengan mengikuti tekstur kulit. Bagian dahi dioles seperti arah kipas terbuka. Area kanan kiri wajah dioles dengan arah "smiley face" dari arah dalam ke luar atas. Penting, terutama untuk tipe masker yang mengering, supaya kulit wajah ngga gampang kendor karena gravitasi (firm and lift effect).
  3. Sebaiknya gunakan masker saat kulit wajah dalam kondisi agak basah/lembab.
Selain masker pabrikan, ada juga masker rumahan (dibuat sendiri/diy) yang bahan-bahannya familiar seperti madu, kunyit, kayu manis, susu, oatmeal, putih telur, minyak zaitun, dan lain-lain. Hanya karena bahan-bahannya food grade (alami), ngga berarti cocok dipake semua orang (terutama bahan rempah). Ada lho yang alergi madu dan oatmeal biasa (bukan yang gluten free). Ada juga yang kulitnya jadi kering ngelupas karena masker kopi dan break out karena minyak zaitun. Jadi, kalau ada reaksi yang tidak diinginkan seperti gatal, kulit memanas, pedih, dan lain-lain sebaiknya langsung dibersihkan dan ngga perlu ditelatenin (cari masker lain) :D

***

Semoga bermanfaat yaa :D
Thanks for reading ♥ Love you all

19 Mar 2014

Basic : Tentang Produk Perawatan Wajah

Hai semua
welcome back to my blog :D

Kita sering ketemu dengan produk perawatan wajah berembel-embel skin balancer, skin refiner, toner, essence, serum, ampoule, booster, dan sebagainya. Ada yang bilang supaya dapet hasil maksimal perlu dipake serangkaian, berlayer-layer, dari A sampe Z. 

Tapiiii... emang apa sih bedanya essence, serum, dan ampoule? ^^; Trus apa pula itu booster? Beda tekstur krim, emulsi, dan gel itu sebenernya buat apa? Emang perlu ya pake skin care berlapis-lapis?

Di postingan ini aku pengen sharing pengetahuan dasar tentang sebagian jenis kosmetik yang beredar. Bukan berarti aku lebih tau ya, ini juga dapet dari nonton acara ini itu, pengalaman sendiri, baca-baca, wangsit(?), dan lain-lain. Kalo ada yang mau ngasih informasi tambahan hayuk-hayuk ajaa :D


***

Toner

Toner biasa juga disebut lotion (di Jepang, contohnya Hada Labo), balancer/balancing water (contohnya Sulwhasoo), skin hydration, dst *cmiiw. Kalo di Jepang atau Korea, "toner" umumnya diratakan di telapak tangan, kemudian ditepuk-tepuk lembut di wajah. Fungsinya untuk mempersiapkan kulit wajah ke step perawatan berikutnya (essence/serum/ampoule/moisturizer). Biasanya juga dipake buat CSM-an (Chizu Saeki Methode atau dengan compressed mask).

Sedangkan di negara-negara western dan juga Indonesia, sepertinya lebih lazim digunakan untuk meringkas pori dan memastikan ampas cleanser sebelumnya bener-bener terangkat (bersih). Caranya dengan dituang ke cotton pad (kapas), trus dilap lembut di kulit wajah.

Teksturnya kayak air, tapi sedikit pekat.
Yang perlu diperhatikan, toner-untuk-bersihin wajah itu umumnya tidak dianjurkan untuk tipe kulit kering, kombinasi, sensitif, dan yang mengalami rosacea karena biasanya mengandung zat-zat yang bikin kulit makin kering. Ingat prinsip perawatan wajah: usahakan wajah ngga kering, mesti ada keseimbangan antara air dan minyak di kulit untuk menjaga skin barrier. Karena itulah toner buat bersih-bersih ngga bisa dijadikan masker.

Selain itu, ada juga yang namanya toning mist dan facial spray. Umumnya, dua produk itu digunakan untuk membuat kulit wajah fresh dan lembab kembali. Toning/face mist ini semacam toner tapi penggunaannya disemprot/dispray gitu ke wajah (dengan jarak sekitar 20cm). Toning mist biasanya dianjurkan untuk kulit kering dan kombinasi.

Facial spray umumnya mengandung air yang khasiatnya bagus buat kulit, misalnya kayak thermal spring water, mineral spray, deep sea water, beauty water, dan sebagainya. Facial spray bisa dipake semua jenis kulit, terutama tipe kulit sensitif (kalo emang pengen ngelengkapin rutinitas perawatan kulit wajah) karena kandungannya alami (ngga ngandung zat-zat kimia yang bikin kulit rewel gitu) dan air-air tersebut memiliki pH yang bersahabat dengan acid mantle kulit kita .

***

Booster

Booster mungkin kurang begitu populer di Indonesia cmiiw. Booster digunakan setelah toner dan sebelum serum/essence untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi rangkaian produk skin care yang kita gunakan. Kadang fungsinya suka rancu gitu sama toner/balancer :\

***

Essence, Serum, Ampoule

Essence mengandung konsentrat spesifik, misalnya whitening essence untuk mencerahkan dan meratakan warna kulit, pore tightening buat mengencangkan pori, skin repairing untuk memperbaiki tekstur dan meningkatkan vitalitas kulit, dan sebagainya. Umumnya punya tekstur yang agak encer dan ringan.


Serum pun mengandung konsentrat spesifik, tapi lebih tinggi kadarnya dibanding essence. Serum juga banyak banget macemnya. Ada yang khusus buat anti aging, brightening, anti melanin spot, dan lain-lain. Tekstur serum ringan dan umumnya lebih cepet meresap dibanding essence.


Ampoule yang konsentratnya paling tinggi di antara essence dan serum. Ngga heran kalo ampoule ini mahal-mahal harganya hehehe. Tekturnya encer banget, biasanya persis kayak air. Meresap lebih cepat dan progresnya pun biasanya udah keliatan dalam jangka waktu singkat kalo dibandingkan dengan essence dan serum. Singkat di sini maksudnya tetep ada proses ya, bukan berarti instan dipake semalam-dua malam, paginya langsung mulus kayak Song Hye Kyo.
"Ampoule" dulunya dikemas dalam wadah kaca kecil mungil yang kedap udara,
untuk menghindari teroksidasinya zat atau kandungan
yang sangat reaktif (malah ngga ngefek ntar). 
***

Pelembab
alias Moisturizer

Tekstur pelembab wajah ada macem-macem. Yang paling sering beredar adalah krim, emulsi, gel, oil, dan balm.

Emulsion atau biasa dikenal dengan tekstur milk/lotion digunakan untuk tipe kulit kombinasi atau berminyak, (biasanya) ngga kerasa greasy, ampuh melembabkan walau teskturnya ringan dan dioles tipis. Umumnya waterbased.

Gel mengandung humectant (bahan untuk menahan kelembaban kulit) seperti silicone (tapi lebih ringan) untuk kulit berminyak. Disukai karena ada efek semriwing yang bikin fresh dan biasanya ga bikin kulit makin oily.

Tekstur krim yang paling sering kita temui. Kandungan minyak atau agen pelembabnya lebih kaya dibanding emulsi dan gel. Umumnya, tekstur krim ditujukan untuk tipe kulit kering, atau untuk orang yang sepanjang hari ketemu AC (cuaca dingin). Jenis dan konsistensi krim juga macem-macem (ada yang rada kering, agak basah, yang agak berminyak pun ada), karena emang konsistensi krim suatu produk disesuaikan dengan kebutuhan kulit (di kulit berminyak bisa ngga greasy, di kulit kering tetep bisa melembabkan, dll).


Produk yang teksturnya oily biasanya minyak esensial gitu guise. Ngga perlu parno dengan minyak (asal bukan minyak yang bisa nyumbat pori/comedogenic kayak mineral oil), karena kulit juga tetep butuh diminyakin (makanya kita punya kelenjar minyak hehe). FYI, karena itulah produk-produk kecantikan yang oke (untuk kulit berminyak/kombinasi) banyak yang judulnya oil controlling, bukan oil removing. Pada kondisi kulit tertentu, justru pelembab dan pembersih berbasis minyak itu malah bantu mengontrol produksi minyak di wajah. Produk minyak esensial yang lagi beken adalah argan oil, macadamia oil, rose hip oil, dan lain-lain.

Balm teksturnya lebih padat (solid) kalo dibandingkan dengan krim. Biasanya dianjurkan buat kulit yang kering banget. Ngomong-ngomong, ada juga produk skin care bertekstur balm (bukan sebagai pelembab) buat ditotol-totol di jerawat atau dioles di hidung buat ngatasin komedo (karena kandungan minyak yang rich, trus ada fitur self-heatingnya, bikin komedo cepet mateng dan gampang dikeluarin). Kalo produk lokal Indonesia kayaknya jarang, banyakan produk dari negara 4 musim gitu.



***

Bersambung ke Basic : cara penggunaan produk perawatan kulit wajah

Semoga bermanfaat ya :D
Thanks for reading ♥ Love you all

9 Mar 2014

DIY Facial Mask : Activated Carbon/Charcoal (Untuk Komedo)

Hi semua
welcome back to my blog :D
semoga yang lagi baca postingan ini selalu bahagia-damai-sentosa ya,
amin amin amin.

Yeeeeyyy another diy facial mask :D hehehehe. Aku nemu tutorial diy mask ini saat berkelana di rimba youtube *tsah. Selain itu, pas browsing di makeupalley, activated charcoal sebagai diy mask punya rating lumayan (3,9 dari skala 5). Sayangnya, walau masker ini recommended, tapi ngga semua orang cocok lho :')

Loh kok bisaaa?
Yaudah yuk lanjut baca aja :3

Blackhead buster?
Benarkah itu?
#kriuk
:|

***

Activated carbon/charcoal emang lagi hip banget ya dalam dunia kosmetik. Mulai dari face wash, konjac sponge, sampe masker ada kandungan charcoalnya. Padahal eh padahal activated carbon/charcoal sebelumnya lebih dikenal sebagai obat keracunan makanan, perut kembung, dan diare. 

Tapii oke juga ternyata buat mutihin gigi (belom nyoba kalo yang ini), pertolongan pertama kalo digigit ular (nyerap bisa gitu, moga-moga kita ga ngalamin yang kayak gini yaa T.T huhuhu), dan kulit (terutama yang acne prone) karena dapat menyerap toksin. Kalo mo baca-baca penjelasan ilmiahnya...googling ajah o:) 

Apa aja sih yang diperlukan?
 Activated carbon/charcoal (ini bukan arang kayu biasa lho, beda). Bisa beli di apotik atau minimarket. Ada yang serbuk, ada yang pil. Yang paling gampang didapet itu norit :))
♥ Paling sering disandingkan dengan lidah buaya atau aloe vera gel.
♥ .....tapi aku coba pake air mineral biasa kurang lebih sama aja. Jadi aku lebih sering pake air :D

Karena activated carbon/charcoal ini bikin kulit rada kering gitu, jadi buat yang kulitnya kering banget, baiknya dicampur sama bahan-bahan lain yang sifatnya menghidrasi atau melembabkan. Opsi lain (belom aku coba semua), campur pake...
♥ Oatmeal (buat yang alergi gluten, bisa pake oatmeal yang gluten free)
♥ Madu
♥ Yoghurt
♥ Air kelapa, dll.

Atas : aloe gel, air, dan activated carbon/charcoal
Bawah : Takarannya dicoba dikit-dikit aja dulu, trus diaduk :D
sampe dapet konsistensi yang ngga terlalu pekat atau terlalu encer. 

Kalo ngga mau berantakan, bersihinnya pake lap basah.
Kalau mau langsung bilas, mesti ati-ati biar ngga ngotorin baju.
Perbandingan
1 tablet  + air : gampang diratakan, kalo keenceran gampang meleber.
1 tablet + aloe gel : rada susah ngeratainnya, sama kayak maskeran pake madu, keliatan "bolong-bolong" gitu :|
Cara Pakenya...
♥ Dioles dan diratakan di area kulit yang komedoan atau T-zone.
♥ Ditotol di jerawat.
♥ Baiknya cuma dipake 1-2 kali seminggu untuk kulit kering dan sensitif.
♥ Pemakaian 2-3 kali seminggu untuk tipe kulit berminyak.
♥ Maskeran pake charcoal ini mesti ati-ati banget. Gausah pake baju bagus-bagus pas maskeran, biar ga nyesek kalo kena noda item.

Meski udah dicampur dengan bahan yang melembabkan (kayak air kelapa, madu, yoghurt, dll),
tapi aku ngga nganjurin masker ini untuk pemakaian semuka
(pake di area yang emang butuh aja). Kecuali dengan perbandingan
1 (tablet charcoal) : 10-ke-atas (bahan-bahan lain yang melembabkan).
Soalnyaa, masker ini bikin kulit rada kering.
Jadi setelah maskeran, kulit wajah mesti langsung dilembabin supaya barriernya ngga terganggu :D 

Btw, biasanya aku pake 2 tablet, cukup buat area hidung, pipi, dan dahi. Paling oke juga konsistensi adonan maskernya. Supaya takarannya pas, aku pake botol spray buat keluarin airnya hehe (kalo dituang, takut kebanyakan). Oh iya, buat maskerin hidung doang, 1 tablet udah lebih dari cukup.

Kalo dicampur air, maskernya jadi lebih cepet kering :D

Durasi maskeran
Ada yang nganjurin 20 menit (standar durasi maskeran), ada yang nganjurin 10-15 menitan doang. Kalo aku sih kadang nunggu sampe maskernya kering aja haha :| Kemaren pas foto-foto ini malah dengan dodolnya ketiduran, tapi alhamdulillah ga kenapa-kenapa --"

Pengalaman pake DIY Charcoal Mask
Kurang lebih hasilnya sama dengan pemakaian rutin menggunakan masker clay atau masker lumpur laut mati. Jadi banyak komedo kering mateng setelah maskeran kurang lebih 20 menit, rutin selama beberapa hari (bukan sekali-dua kali pake).

Setelah itu aku sadar kenapa banyak yg julukin diy activated carbon/charcoal mask sebagai black/whitehead buster. Soalnya komedo jadi gampang dikeluarin karena mateng berjamaah (gatau ini pros atau contranya hahaha). PR banget buat ngeluarin (ekstraksi) satu-satu. Pengennya sih kayak porepack gitu, sekali pake, pas bilas wajah, komedonya ikut keangkat semua :| #ngimpi.

Intinya, efek setelah maskeran?
♥ Biasa aja.
♥ Ngga mencerahkan (yayalah), ngga bikin halus juga :D
♥ Pemakaian rutin bikin komedo cepet mateng dan jadi gampang dikeluarin.
♥ Kalo ditotol di jerawat, jadi cepat kering.

***

DIY charcoal mask ini lumayan sering direview buat ngatasin komedo dan jerawat satu-dua (bukan break out semuka). Coba cek-cek review di youtube juga ya, soalnya banyak alternatif penggunaannya. Ada juga yang ngga suka dengan diy charcoal mask ini, karena menyisakan item-item di muka mereka. Btw, pori-poriku gede-gede sih, tapi ngga ngalamin yang namanya ampas masker masih sisa di muka.

Sekali lagi, masker ini bikin kulit jadi rada kering. Kalo kamu (terutama pemilik tipe kulit kering dan sensitif) ngerasa masker ini memicu reaksi ngga wajar di kulit, langsung bilas aja dan ngga usah ditelateni. Bisa jadi emang ngga cocok buat kulit kamu. Makanya rata-rata nyaranin durasi maskerannya 10-15 menit aja, yang penting rutin, gitu. Ngga berasa sih emang kalo bentaran doang, tapi ternyata lumayan ngefek kok.

Yang punya tipe kulit berminyak, jangan keburu hepi tau masker ini bikin kulit rada-rada "matte". Inget, saat kulit kering, kelenjar minyak makin kerangsang untuk memproduksi minyak berlebih. Jadi, setelah maskeran atau bersihin muka, mesti buru-buru dilembabin :D

Oh iya, DIY charcoal mask ini aku pake sesekali aja buat matengin komedo (sebagai pengganti clay mask yang ditotol-totol di spot tertentu). Ngomong-gomong, ada cara lain yang lebih ngefek buat ngatasin komedo yang membandel di kulit mukaku :D *postingannya nyusul.

Semoga bermanfaat
Thanks for reading ♥ Love you all